Showing posts with label Komunitas_Ayah_EDY. Show all posts
Showing posts with label Komunitas_Ayah_EDY. Show all posts

December 21, 2014

MENGASUH DAN MENDIDIK ANAK BUKANLAH HANYA TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PARA BUNDA SAJA MELAINKAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB AYAH DAN BUNDA

(Jika kita setuju, silahkan share kepada sebanyak-banyaknya orang tua)
NEGERI TANPA AYAH
by : Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola
2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak
3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi
4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja
5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah
⛅ 6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?
7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab
AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya
9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya
10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya
11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country
12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?
13| Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi
14| Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya
15| Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli
16| Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH
17| Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak
18| Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya
19| Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi
20| Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.
21| Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut
22| Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid
23| Harus ada sosokp AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH
24| AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan
25| Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid
26| Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya
27| AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya
28| Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah' tapi AYAH 'penjaga sekolah'
29| Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya
30| Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak
31| Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika
32| AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama
33| Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi
34| Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH
35| Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan.
Shared from a friend, and share for a friend
www.ayahkita.com

December 07, 2014

RENUNGAN MALAM BAGI PARA ORANG TUA

kemarin wkt seminar dg dr natsir udh diwantiwanti,ditekankan utk memiliki ank yg bebas cacat fisik n mental....mungkin aku sdg menghindri itu skrg....mo pny anak cerdas harus nyari yg sekufu, mo pny anak sehat si ibu harus bebas stres selama hamil dan mkan enak bergizi....skrg 50% gaji utk ngangsur rumah, 20% nya byr cicilan ngisi rmah, 30% utk hidup makan uang jaga2 kesehatan.....nahhhhh dipikir ulang dulu

RENUNGAN MALAM BAGI PARA ORANG TUA
Saya banyak berjumpa dengan orang-orang yang ketika muda waktunya di habiskan hanya untuk cari uang dan harta hingga lupa waktu, lupa diri dan keluarga.
Dan ketika mereka sudah tua, uangnya dihabiskan hanya untuk mencari terapis bagi anak-anak mereka dan kesehatan mereka yang bermasalah.
Sadarilah bahwa hidup ini bukan semata hanya untuk mengumpulkan uang dan harta, melainkan untuk mengumpulkan waktu demi membangun kebahagiaan kita bersama keluarga.
-Gede Prama-
Guru Compassion

Sahabatku,
Sudahkah kita bermain bersama dengan anak kita malam ini ?
Sudahkah kita membacakan dongeng pengantar tidur anak kita malam ini?
Sudahkah kita kecup kening anak kita yang telah tertidur lelap saat kita pulang?

Ayo lakukanlah sesuatu saat ini juga untuk membangun kebahagian bersama keluarga, karena waktu kita tidak akan pernah bisa kita putar ulang kembali, sesal kemudian tiada berguna.

Tentang Pembentukan Pribadi Anak

belajar...berhrp tidak masuk telinga kanan langsung keluar telinga kiri,.semoga bisa mengendap di hati aamiin


SEMOGA INI BISA MENJADI BAHAN RENUNGAN DAN EVALUASI DIRI BAGI KITA PARA ORANG TUA
Pesan Dr Tareq Al Habeeb pada para orang tua,
Lebih kurang jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut, jika ada kesalahan kata atau kalimat kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
1. Jika anakmu sering berbohong , itu karena kamu terlalu banyak menghukumnya.
2. Jika anakmu tidak percaya diri, itu karena kamu tidak pernah mendukung/memuji dan lebih banyak menghinanya.
3. Jika anakmu jarang bicara padamu, , itu karena kamu jarang bicara padanya.
4. Jika anakmu mencuri , itu karena kamu tidak mengajarinya cara berbagi yang adil.
5. Jika anakmu menjadi penakut itu karena kamu terlalu banyak melindunginya dan menakut-nakutinya.
6. Jika anakmu tidak hormat pada orang lain itu karena kamu suka bicara keras dan kasar pada anakmu
7. Jika anakmu cepat marah, itu karena kamu tidak pernah mendengarkan dan menghargainya.
8. Jika anakmu kikir, itu karena kamu tidak suka berbagi dengannya
9. Jika anakmu suka membully itu karena kamu sering melakukan kekerasan padanya.
10. Jika anakmu tidak tegar dan lemah, itu karena kamu sering mengancam dan mencelanya
11. Jika anakmu suka iri hati, itu karena kamu berlaku tidak adil dan suka menolak eksistensinya.
12. Jika anakmu suka iseng dan menggangu, itu karena kamu jarang memeluk, mencium dan memujinya.
13. Jika anakmu tidak menuruti nasehatmu , itu karena kamu terlau banyak menuntut.
14. Jika anakmu tidak pandai bergaul, itu karena kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu.
Share from a friend.... and please share for a friend

November 03, 2014

PELAJARAN HIDUP DARI SISTEM TATA SURYA KITA

Saya pernah bertanya pada seorang guru bijak, bagaimana rumusnya kita bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain ?


Karena selama ini sy melihat banyak sekali orang yang awalnya akrab dan sangat dekat sekali tapi tiba2 mereka tidak lagi saling bertegur sapa. Jadi harus bagaimana dan seberapa dekat kita menjaga hubungan dengan orang lain?


Dengan bijak Sang guru bertutur; "Belajarlah dari Tata Surya kita dan Belajarlah dari Bumi kita ?"


Wah saya jadi bingung di beri jawaban seperti ini, "apa maksudnya guru ?"


Lalu dengan lembut beliau bertutur,
"Bumi adalah sebuah planet yang paling indah, paling subur, paling nyaman untuk di tinggali oleh mahluk hidup. mengapa ? Karena bumi berhasil menjaga jarak yang tepat dan pas dengan Matahari. Tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh."


"Lihatlah Venus betapapun indahnya di lihat tapi tidak bisa di tinggali oleh mahluk hidup karena terlalu dekat dengan Matahari. Begitu juga Jupiter dan Saturnus, betapapun cantiknya planet tersebut namun tetap saja tidak bisa di tinggali oleh mahluk hidup karena terlalu jauh dari Matahari."


"Jadi jagalah jarak yang pas dengan setiap orang agar bisa membangun hubungan yang nyaman dan harmonis dan indah, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh, seperti Bumi menjaga jarak idealnya dengan Matahari."

APA AKIBAT JIKA KITA TIDAK TERBIASA PUNYA BUDAYA MENGANTRI ?

Terbayang seandainya para Kasir di Alfa Mart atau IndoMart atau Mart2 kecil lainnya di latih untuk meminta para pembeli dan pembayar mengantri.... seperti di Singapura.

Wah mungkin sedikit-demi sedikit para orang tua menjadi orang tua yang sadar mengantri dan anak-anaknya juga akan meniru untuk sabar mengantri.

MENGAPA MENGANTRI ITU MENJADI PENTING ?

Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabanya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?

Salam syukur penuh berkah...

PESAN TUHAN MELALUI JARI-JEMARI ANAK KITA

SETIAP ANAK DI LAHIRKAN BERBEDA-BEDA UNTUK PERAN YANG BERBEDA BUKAN UNTUK BERSAING DAN SALING MENJATUHKAN MELAINKAN UNTUK BEKERJASAMA DAN SALING MENYAYANGI.


Sahabataku coba tolong buka telapak tangan kita sekarang juga, lalu perhatikan baik-baik mengapa tuhan menciptakan jari jemari tangan kita berbeda-beda bentuk, ukuran dan panjangnya, mengapa Tuhan tidak menciptakan jari-jemari kita jempol semua atau kelingking semuanya ?


Kelima jari jemari kita sangat berbeda jenis dan peran satu sama lain, namun jika mereka semua bekerjasama maka kita bisa melakukan banyak hal dan bahkan bisa mengangkat beban yang berat sekalipun.


Nah cobalah perhatikan baik-baik pesan Tuhan di balik jari jemari kita tersebut:
Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung
Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah
Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghina dan memaki.
Ada jari manis yang selalu menjadi teladan perlambang ikatan cinta kasih, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling jari kelingking).


Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).


Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua ?


Jika mereka bekerja sendiri-sendiri maka meraka tidak akan bisa melakukan banyak hal, tapi jika mereka bekerjasama maka beban yang berat sekalipun bisa mereka angkat bersama-sama.


Sahabatku, Sebuah pesan sederhana dari Tuhan namun sangat berarti.
Kita dan anak-anak kita diciptakan dengan segala perbedaan bukan untuk saling menghina dan menyombongkan diri satu sama lain, melainkan dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi dan bekerjasama bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh seperti yang terjadi di negara kita saat ini.


Sudahkah kasih sayang kita kepada pasangan dan anak-anak kita bertambah hari ini ?


Mari kita peluk orang-orang yang kita cintai dengan jari jemari kita yang begitu indah tersusun agar mereka bisa merasakan kehangatan cinta dan kasih kita sebagai satu keluarga yang saling menyayangi dan melindungi


Salamat berakhir pekan dan menikmati liburan yang indah bersama keluarga


Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-

BELAJAR MEMAKNAI PESAN DENGAN BENAR

Sahabatku kita banyak melihat contoh di face book ini apa bila seseorang gagal memaknai pesan positif yang tersirat dari satu kisah atau postingan. Mudah-mudahan kita bisa jadikan ini pelajaran untuk kita semua.

Kisah berikut ini mungkin bisa mengambarkan betapa pentingnya menangkap pesan melalui pikiran positif dan akal sehat:

PESAN AYAH PADA ANAKNYA

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia
memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan
kepadamu untuk keberhasilan hidupmu”

“Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada
siapapun”

“Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik
matahari secara langsung”

…..5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya
dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan,
ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi
bisnismu demikian?”.

Si sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu…
Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun
sehingga banyak piutang yang tidak dibayar dan lama²
habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar
matahari secara langsung dan saya hanya punya
sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang
kantor saya selalu naik taxi”.

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang
keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses
menjalankan bisnisnya.

Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu
sedemikian beruntung, apa rahasianya…?”

Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti
pesan ayah bu.. Pesan yang pertama saya dilarang
menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu
saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun
sehingga modal saya tetap utuh”.

“Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari
secara langsung, maka dengan motor yang saya punya
saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan
pulang setelah matahari terbenam, sehingga para
pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup
lebih sore”.

Perhatikan..
Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA,
namun masing² memiliki penafsiran dan sudut pandang
atau MINDSET berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yang
berbeda sehingga mendapatkan HASIL yang berbeda
pula.

Hati² lah dengan Mindset kita..
Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya
mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

The choice is yours..!

Share dgn ikhlas.. Indahnya saling membahagiakan..

Ditulis oleh sahabat fb kita: WS Wilham Spaer

Sama juga dengan kita semua disini, jika kita memaknai pesan secara keliru maka yang kita dapat bukannya ilmu dan manfaat melainkan hanya perdebatan tiada ujung dan permusuhan.

Mari kita belajar memaknai pesan dengan menggunakan hati, pikiran positif dan kecerdasan akal sehat. Agar fb ini bisa memberikan pelajaran dan manfaat dan bukan sebaliknya.

Perhatikan baik-baik film ini silahkan klik link di bawah ini:
http://www.youtube.com/watch?v=FTnc67wd5b0

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA YANG LEBIH BERIMAN...?


"SESUNGUHNYA KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI PADA IMAN"
-Ajaran Islam-

Suatu ketika seorang teman bercerita tentang seorang sahabatnya dari Jepang. Jika ia ke Toilet, selalu saja keluarnya lama sekali.

Lama-lama teman saya penasaran, meskipun tidak sopan namun karena rasa penasaran melihat sahabatnya yang selalu keluar lama di Toilet akhirnya ia tak kuasa untuk bertanya juga.

Hai "Teman San" mengapa kamu kok jika ke toilet keluarnya selalu saja lama sekali, memangnya kenapa? ada yang saya bisa bantu ?"

"Oh iya maaf" jawabnya agak kikuk, karena ia tak menyangka akan di tanya mengenai hal ini.

"Mengapa saya lama jika di toilet, karena saya selalu berusaha membersihkan toilet tersebut sampai bersih dan kering persis seperti pada saat saya masuk", saya ingin agar orang berikutnya yang masuk ke toilet ini merasa senang karena bersih dan kering"

Begitu teman saya menuturkan kepada saya.

"Ah alangkah hebatnya sahabat Jepang mu itu", jawab saya.

Lalu saya tanya lagi," kok orang-orang Jepang bisa punya kebiasaan seperti itu ya ?"

Oh iya kata kawan saya, "Sekolah2 di Jepang itu sejak SD kelas 1 sampai kelas 6 melatih anak-anak untuk secara bergiliran membersihkan dan merawat wc sekolah mereka termasuk gurunya juga mencontohkan demikian."

"Jadi mungkin karena mereka selama 6 tahun sudah biasa bersih dan merasakan betapa beratnya membersihkan sendiri WC sekolah maka mereka tidak mau sembarangan mengotorinya. Dan rupanya kebiasaan ini terbawa terus hingga mereka dewasa"

Saya sungguh tertegun dengan penjelasan kawan saya ini, terlepas dari akurat atau tidaknya informasi ini, tapi saya tetap kagum dengan cerita kawan saya ini.

Wah...! seandainya saja kurikulum dan sekolah-sekolah di Indonesia juga mau menerapkan pelajaran kebersihan ini selama 6 tahun kepada para siswa-siswinya, melalui teladan dari para gurunya maka mungkin Kebersihan di negari ini benar-benar menjadi bagian dari pada Iman.

Jujur saja saya jadi terinspirasi dan mulai dari saat mendengar cerita kawan saya ini saya selalu berusaha meninggalkan wc publik yang habis sy pakai dalam keadaan bersih seperti saat saya masuk.

Mari kita renungkan bersama.

Salam syukur penuh berkah,
-ayah edy -

MENGAPA KITA LEBIH MEMUJI ANAK PINTAR DARIPADA ANAK BAIK ?

*aku kena ini........
BANYAK ORANG TUA DAN GURU LEBIH SUKA MEMUJI ANAK YANG PINTAR DAN JUARA DI SEKOLAH NAMUN KURANG MEMUJI ANAK YANG BERBUAT BAIK DENGAN PERILAKU DAN AKHLAK YANG BAIK DI SEKOLAH.

Sebagian dari kita mungkin ada yang berkata yang terbaik ya Pintar dan Baik, tapi faktanya secara bawah sadar kita lebih suka memuji kepintaran seorang anak ketimbang kebaikan anak lainnya. Coba saja perhatikan atau minta pasangan kita memperhatikan kita terhadap anak-anak kita sendiri.

Namun demikian kami juga mengakui memang ada di antara kita sudah menyadari bahwa akhlak jauh lebih penting dari pintar hingga para orang tua yang sudah sadar ini lebih sering memuji anaknya yang berbuat baik ketimbang anaknya yang pintar dan jenius di sekolah.

Pertanyaanya adalah, Jika kita lebih suka memuji anak yang pintar atau mungkin jenius di sekolah, Apakah kita yakin bahwa dengan kepintaran seorang anak yang tidak dilandasi dengan AKHLAK dan etika moral yang baik akan bisa hidup bahagia dan menciptakan kebahagiaan bagi keluarga, orang lain dan dunia ?

Mari kita renungkan kisah berikut ini:

: Kisah Tragis Manusia Super Jenius ::

Menjadi jenius mungkin dambaan mayoritas manusia. Masalahnya, pengharapan sekaligus tekanan berlebih bisa mengorbankan h...idup orang yang berotak super. Contoh paling tragis terekam pada kisah William J. Sidis, si jenius ber-IQ 250 - 300.

Mungkin belum banyak yang mengenal nama William J. Sidis. Kisah berikut akan menjelaskan siapa, apa, dan bagaimana kiprahnya di dunia keilmuan. Sebuah dunia yang mendewakan manusia-manusia super cerdas, lalu lalai pada sisi kemanusiaan itu sendiri.
Berawal dari Boris dan Sarah Sidis, pasutri Yahudi Ukraina yang menjadi imigran ke Amerika Serikat di akhir abad 19 akibat tekanan politik dan agama di negara asal mereka. Boris dan Sarah kemudian menetap di New York. Dalam waktu singkat, Boris menjadi psikolog cukup terkenal berkat metode hipnosis. Sarah menjadi dokter, dan di jaman itu ia satu-satunya perempuan yang mendapat gelar dokter. Karir pasutri ini sangat cemerlang.

Apakah semua cukup? Belum. Mereka menginginkan anak-anak yang bakal mewarisi kecemerlangan otak mereka. Dan, pada tanggal 1 April 1898, Sarah melahirkan anak pertama pasangan itu , William James Sidis .

Sejak kecil, pendidikan (atau pembentukan? pen.) William dimulai begitu intens. Tabungan keluarga digunakan untuk buku, mainan, serta perlengkapan lain yang bisa mendorong sang anak berkembang cepat. Memanfaatkan teknik psikologi inovatif Boris , William diajarkan untuk mengenal dan mengucapkan huruf dari alfabet dalam beberapa bulan. Si kecil sudah bisa berbicara seperti "door" (pintu) saat usianya 6 bulan. Serta terampil makan sendiri dengan sendok ketika 8 bulan.

Apa bayangan Anda tentang William? ya, anak ajaib. Demikian pula Boris dan Sarah, mereka sangat bangga. Bayangkan, saat menginjak usia 2 tahun William sudah bisa membaca harian New York Times dan mengetik dengan bahasa Inggris dan Perancis.
Sisi negatifnya, pelatihan berlebih ditambah atensi media (berkat Sarah yang suka menulis jurnal memamerkan keberhasilan anak mereka) mengakibatkan William kehilangan sisi "anak" yang seharusnya bermain dengan teman seusianya. Di usia 9 tahun ia sudah diterima di Harvard, walau pihak kampus menolaknya hadir di kelas karena secara emosional ia belum dewasa.

Orang tua William menekan Harvard dengan menuliskan kisah tersebut hingga dimuat di halaman pertama New York Times. Lalu Tufts College juga mengaku pada publik bahwa William mengoreksi kesalahan dalam buku-buku matematika dan mencoba untuk menemukan kesalahan dalam teori relativitas Einstein. Akhirnya Harvard menyerah, William pun bisa kuliah. Ia terdaftar sebagai mahasiswa ketika usianya mencapai 11 tahun.

Boston, 1910.

Di puncak musim dingin, ratusan orang hadir mendengarkan bocah ajaib William J Sidis berbicara tentang dimensi ke-4 pada tubuh manusia. Kabar ini menyebar cepat, dunia terkesima. Media mendapat sumber berita paling sensasional. Wartawan pun terus menguntit William di kampusnya. Bagaikan selebritas, ia tak punya waktu privasi lagi.

Di usia 16 tahun akhirnya William lulus dari Harvard dengan predikat cum laude. Membanggakan bagi orang tua dan publik, tapi tidak bagi William. Menurut penulis biografi Sidis Amy Wallace , William mengaku tidak pernah mencium seorang gadis. Suatu hal yang 'aneh' dalam budaya remaja Amerika. Saat wisuda, ia memberi pernyataan terbuka pada wartawan, "Saya ingin menjalani kehidupan yang sempurna. Satu-satunya cara untuk menjalani kehidupan yang sempurna adalah hidup dalam pengasingan. Saya selalu membenci orang banyak."

Setelah meninggalkan Harvard, masyarakat dan orang tuanya mengharapkan hal-hal besar dari William. Dia memang mengajar matematika di Rice University di Houston, Texas. Faktanya, usia William yang lebih muda dari semua siswanya mengakibatkan kesulitan dalam mengajar. Dia pun mengundurkan diri dan pindah kembali ke Boston.

Di saat yang sama, Amerika sebagai negara kapitalis bertolak belakang dengan haluan komunis. Sementara William justru berpaham sosialis, hal ini membawanya ke penjara di bulan Mei 1919 karena merancang demonstrasi sayap kiri. Dalam sel, ia bertemu Martha Foley seorang sosialis Irlandia. Cinta mereka berdua berjalan rumit, sehubungan dengan faham William yang 'unik' soal cinta, seni, dan seks hanyalah agen sebuah "kehidupan yang tidak sempurna."

Pengakuannya sebagai atheis dan sosialis di pengadilan menghasilkan hukuman 18 bulan penjara bagi William. Untung, pengaruh orangtuanya membuat ia keluar penjara. Ia lalu pindah dari satu kota ke kota lain, dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan mengubah namanya agar tak ditemukan.

Selama dalam keterasingan hidupnya, ia menulis puluhan buku dengan nama samaran. Masa-masa inilah karya-karyanya terbilang fenomenal. Dalam The Animate and the Inanimate (1925), William mengklaim tentang wilayah gelap di alam semesta (teori yang sekarang berkembang soal dark matter, anti matter, dan black hole). Sidis juga menulis sejarah Amerika dari jaman prasejarah hingga 1928. Ia menyebut bahwa orang-orang kulit merah sebagai penduduk pribumi juga hidup di waktu yang sama ketika nenek moyang kulit putih berkembang di Eropa.

Penarikan diri William dari dunia, memutuskan kontak dengan orangtuanya, menggiring William dalam kesendirian sebagai anti-sosial. Meskipun media tetap berusaha menjadikannya sumber berita. Tulisan di The New Yorker tahun 1937 yang memuat tulisan seorang reporter wanita yang dikirim untuk berteman sambil mengorek rahasia hidup William merupakan aib terbesar dalam hidupnya. Penggambaran dirinya yang kekanak-kanakan, atau menangis di tempat kerja sungguh kisah memalukan. Tuntutan William pada The New Yorker sempat sampai ke Mahkamah Agung, bagaimanapun publik telah melihat 'kehancuran' William yang gagal menjadi seorang pria seperti seharusnya.

Akhirnya di sebuah hari saat musim panas bulan Juli 1944, William ditemukan tak sadarkan diri dalam apartemen kecilnya di Boston. Ia terserang stroke, otaknya sekarat. Tak pernah sadar lagi dan meninggal di usia 46 tahun. Satu kenangan yang tersisa hanya foto dalam dompetnya, foto Martha Foley.
(Sumber & Foto: apakabardunia.com)

http://www.apakabardunia.com/2013/12/kisah-tragis-manusia-super-jenius.html

MENGAPA ANAK-ANAK SUKA SEKALI BERTANYA TENTANG APA SAJA, KAPAN SAJA DAN DI MANA SAJA ??

MENGAPA ANAK-ANAK SUKA SEKALI BERTANYA TENTANG APA SAJA, KAPAN SAJA DAN DI MANA SAJA ??
Anak yang bertanya adalah tanda bahwa otaknya masih bekerja dengan sempurna, hanya saja ada anak yang langsung bertanya lisan terucap ada yang bertanya dalam batin dulu baru di ucapkan jika ia sendiri sudah tidak berhasil menemukan jawabannya.
Jika demikan adanya berarti semakin banyak anak bertanya semakin bagus bukan ? Itulah ciri-ciri dan tipologi anak kami yang ke dua Dimas namanya.
Sementara anak kami yang pertama lebih banyak mengamati baru bertanya. Jadi jangan pernah mengabaikan pertanyaan anak meskipun menurut orang dewasa sepertinya ia bertanya tentang hal-hal yang sepele, tapi justru ini adalah cara anak kita menumbuhkan dan mengembangkan saraf-saraf kecerdasannya hingga dewasa.
Anak yang sudah berhenti bertanya baik terucap ataupun dalam batinnya, maka itu artinya dia sudah berhenti berpikir atau kehilangan sebagian besar kemampuan penting dari otak manusia.
Itulah mengapa saya home schoolingkan anak saya karena kebanyakan sekolah konvensional punya budaya dan kebiasaan kurang suka pada murid-murid yang sering bertanya terutama dengan pertanyaan kritis.
Namun demikian saya sering mendapati ketika anak-anak kami belajar semisal di pusat perbelanjaan, di taman nasional, masih banyak orang dewasa yang masih kurang ramah dengan anak-anak yang suka bertanya.
Sahabatku,
Tahukah kita bahwa paradaban manusia berkembang mulai dari zaman batu hingga zaman ke zaman digital saat ini karena manusia-manusia yang sering bertanya dan pertanyaan itu mengarahkan kita untuk mencari solusinya. Dan dari jawaban-jawaban mereka yang suka bertanyalah akhirnya zaman dan teknologi terus bertumbuh dan berkembang.
Dan fitrahnya karena otak anak-anak kita itu masih utuh sempurna maka anak-anak itu akan selalu suka sekali bertanya apa saja mulai dari pertanyaan yang sederhana hingga yang pelik jawabannya hingga sering bikin kita terdiam berpikir keras.
Seperti anak saya misalnya yang sering bertanya mengapa Indonesia katanya negeri yang kaya raya d tapi kok banyak sekali orang miskinnya dibanding Jepang yang negerinya Miskin tapi hampir tidak ada orang miskin dan pengemis di jalanan ?
Bukankah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat bagus dan harusnya di jawab oleh orang selevel Bapak/Ibu-ibu yang duduk di BAPENAS atau DPR, atau Menteri atau bahkan Presiden ?
Mari kita renungkan bersama,
Selamat berakhir pekan bersama keluarga dirumah
www.ayahkita.com
Unduh file talkshow gratis di : www.ayahedyguru.tk atau www.ayahedy.tk

October 31, 2014

Jagalah Akhlak

kalo aku disitu, aku pasti sama kyk istri pak edy, juara sih enggak, tp lolos dr univ negeri tp ya biasa aj....syukurnya gak mau berhenti bljr



SEBUAH PESAN TUHAN DAN PELAJARAN HIDUP BAGI KELUARGAKU DAN ANAK-ANAK KU

Belajar itu mulai dari buaian hingga ke liang lahat !
-ajaran Islam-


Sahabatku apa kabarnya hari ini ?

Ah... alhamdullilah hari ini hari Jum'at, hari yang melegakan bagi kita semua yang bekerja dan mendapat libur hari Sabtu dan Minggu.

Sahabatku,

Beberapa waktu lalu ceritanya kami kebetulan sedang lihat2 rumah yg sedang dalam proses finishing, di salah satu PERUMAHAN dengan pengembang besar yang sangat terkenal di Indonesia, melihat-lihat rumah2 cantik di perumahan elite dengan kategori 5 kamar plus 1 dengan luas tanah 196 M2 dengan harga yang lumayan fantastis, dengan harapan barang kali saja Tuhan akan menghadiahkan salah satu rumah ini untuk keluarga kami, doa saya dalam batin.

Eh tanpa sengaja kami ketemu kontraktornya yg sedang berada di lokasi, ya seorang anak muda namanya Mas Uut kira2 usia 30 tahunan gitu, sy kagum melihat hasil karya rumah2 yang dibangunnya, tampak ia begitu bersahaja namun sangat menguasai seluk beluk tentang rumah dan bangunan, Saya jadi penasaran jika seusia ini sudah jadi kontraktor muda, dulu sekolahnya apa dan dimana ya??

Dan ketika saya tanya tentang dimana ia bersekolah, lalu dia bilang ah saya orang bodoh pak, sekolah cuma STM dan gak suka kuliah tapi lebih seneng kayak gini belajar langsung di lapangan dari pada di kelas.

Wow !! saya jadi makin kagum sampai2 gak bisa ngomong alias Speechless (istilah anak zaman sekarang)

Sayapun akhirnya meminta nomer teleponnya dan saya bilang nanti suatu saat mas akan saya wawancarai ya....agar bisa bisa memberi pelajaran hidup bagi kita semua terutama bagi saya dan anak-anak saya.

Istri sy sampai gelang-geleng kepala, itu orang luar biasa sekali ya....masih muda sudah bisa jadi kontraktornya pengembang hebat sekelas ASG meskipun cuma lulusan STM.. Dan rumahnya gak cuma cantik tapi juga kokoh dan detilnya benar-benar diperhatikan.

Istri saya rupanya sedang bandingkan dengan dirinya yang kebetulan sejak sekolah selalu juara umum dan kuliah di univ negeri.... namun ternyata prestasinya di kehidupan nyata tertinggal sangat jauh di banding Mas Uut tadi.

Saya hanya bilang pada istri saya bahwa sukses itu adalah 1% ide dan 99% kesungguhan dan kerja keras. Nomer satu Akhlak dan Nomer duanya adalah minta bakat dan keahlian kita apa. itu kata Thomas Edison saat ia ditanya mengapa bisa sukses padahal ia praktis tidak pernah sekolah formal di sepanjang hidupnya.

Ya Thomas Edison seorang anak yang tidak pernah tamat sekolah SD dan di keluarkan dari sekolahnya saat kelas 1 SD karena di anggap anak yang lambat belajar.

Saya bisikkan pada anak sy, nak sesungguhnya belajar itu bisa dimana saja, dengan siapa saja dan kapan saja mulai sejak kecil hingga kita nanti tutup usia.... persis seperti om Uut ini, jagalah akhlakmu jadilah orang yang bisa dipercaya dan amanah, agar bisa dipercaya orang lain semisal dipercaya oleh Pengembang besar seperti om Uut ini.

Ayo nak kita terus belajar dan jangan pernah berhenti ya nak. karena banyak orang mengira bahwa setelah dapat ijazah dan lulus sekolah mereka sudah selesai belajar dan berhenti untuk terus belajar karena merasa sudah hebat.

Jika suatu saat kelak kamu perlu sekolah (saat ini masih Homeschooling Cinta Anak) ketahuilah nak bahwa "Sekolah" itu sesungguhnya hanyalah sebagian kecil dan tempat kecil untuk belajar Sementara alam semesta serta kehidupan inilah sesungguhnya sekolah terbaik bagi kalian untuk belajar dan terus belajar hingga kita tutup usia.

Ayah Edy
www.ayahkita.com

October 27, 2014

MEMAKNAI KEMBALI ARTI - BERHIJRAH -

MEMAKNAI KEMBALI ARTI - BERHIJRAH -
Mari kita jadikan momentum Tahun Baru ini untuk berhijrah

https://www.facebook.com/141694892568287/photos/a.144983902239386.35784.141694892568287/734337946637309/?type=1
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1 MUHARAM 1436 H, 25 OKTOBER 2014.

Sudahkah hari ini lebih baik dari hari kemarin ?
Sudahkah Masa kini lebih baik dari masa lalu ?
Apakah kita termasuk orang beruntung atau celaka?

Sudahkah kita berhijrah menjadi orang tua yang lebih baik ?
Sudahkah kita berhijrah menjadi keluarga yang lebih baik?

Mari kita jawab pertanyaan ini dalam hati.

“Barangsiapa yang harinya (hari ini) lebih baik dari sebelumnya, maka ia telah beruntung, barangsiapa harinya seperti sebelumnya, maka ia telah merugi, dan barangsiapa yang harinya lebih jelek dari sebelumnya, maka ia tergolong orang-orang yang mencelakai dirinya”

- Nabi Muhammad SAW-

Suatu ketika saya membaca tulisan seorang Komedian, hanya yang menarik kali ini adalah sang komedian tidak bicara tentang komedi melainkan sebuah kelucuan tentang kehidupan.

Saya sangat ingin sekali membagikan tulisan ini pada anda, tentu saja bagi yang tertarik akan arti kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

Inilah isi tulisan dari George Carlin sang komedian tersebut:

Saat ini kita semua sedang berada di abad Mellenium, yah....kita semua kita adalah orang-orang moderen dengan berbagai kemajuan luar biasa yang berhasil di capai.

Kita merasa telah berhasil menciptakan peradaban yang jauh lebih baik, kehidupan yang jauh lebih maju, tapi apa memang demikian. Cobalah kita renungkan sejenak apakah kita telah berhasil atau malah gagal untuk menciptakan peradaban yang jauh lebih baik dari generasi pendahulu kita.

Perhatikanlah kita berhasil membangun gedung-gedung yang lebih tinggi tetapi sekaligus juga memiliki belas kasih yang jauh lebih rendah.

Kita berhasil membangun jalan bebas hambatan yang lebih lebar tetapi memiliki sudut pandang yang lebih sempit.

Kita berhasil mencari uang lebih banyak, tetapi memiliki waktu lebih sempit
Kita memiliki harta lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.

Kita memiliki rumah yang lebih besar tapi keluarga yang lebih kecil
Kita memilki rumah yang lebih banyak tetapi lebih sedikit di tinggali.

Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih terbatas
lebih banyak pengetahuan, tetapi nurani yang semakin terkikis habis
lebih banyak ahli, tetapi jauh lebih banyak masalah;
lebih banyak obat-obatan, tetapi kesehatan yang lebih rentan

Kita minum dan merokok terlalu banyak, meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh,
sementara tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat, marah terlalu sering, tidur terlalu larut, bangun terlalu lelah, membaca terlalu jarang, menonton TV terlalu banyak, dan berdoa hampir tidak pernah.

Kita telah melipatgandakan harta milik kita, tetapi mengurangi harga diri kita.

Kita terlalu banyak berbicara, tapi terlalu jarang mendengarkan dan berbuat.

Kita telah mengikuti berbagai seminar bagaimana mencari uang berlimpah, tetapi bukan mencari kehidupan yang bahagia dan penuh arti.

Kita telah mencapai bulan, tetapi justru memiliki masalah dalam menyeberang jalan, membuang sampah dan menyapa tetangga baru kita.

Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi gagal mengalahkan ego kita sendiri.

Kita telah melakukan hal-hal besar, tetapi bukan hal-hal yang mulia.

Kita telah membersihkan udara, tetapi mengotori sang jiwa.
Kita telah menciptakan teknologi, Tapi teknologi yang menghancurkan bumi tempat kita bergantung hidup.

Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukan menjadi lebih sabar.
Kita lebih banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi lebih sedikit.

Sesungguhnya kita sedang berada pada zaman dimana makanan lebih cepat disajikan namun lebih lambat di cerna, banyak dilahirkan orang-orang besar tapi dengan mental yang kerdil, pendapatan yang tinggi tapi amal yang yang semakin rendah.

Ini adalah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tetapi jauh lebih banyak peperangan terjadi.

Ini adalah zaman dimana perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai buang, moralitas yang mudah dibuang, hubungan satu malam, berat badan berlebihan, dan pil-pil yang bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.

Ini adalah zaman dimana banyak barang tersedia di pasar tapi orang semakin sulit untuk mendapatkannya.

Zaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada Anda, sekaligus zaman dimana Anda dapat memilih apakah Anda akan medengarkan renungan ini atau hanya berkata Ah itu tidak penting, saya tidak ada waktu untuk merenung..!?

Ingatlah,
luangkan lebih banyak waktu dengan orang yang Anda kasihi, karena mereka tidak akan selamanya disisi anda.

Ingatlah,
ucapkan kata yang baik kepada orang yang memandang Anda dengan ketakutan,
karena si kecil tersebut akan segera tumbuh besar dan meninggalkan Anda.

Ingatlah,
beri pelukan hangat kepada orang di sisi Anda, karena itulah satu-satunya harta yang dapat Anda berikan dengan tidak membutuhkan biaya apapun.

Berikan waktu untuk mencintai orang-orang yang telah mencintai anda, berikan waktu untuk berbicara!
Dan berikan waktu untuk berbagi pikiran-pikiran yang berharga di benak Anda.!

Anak kita tidak meminta banyaknya harta kita melainkan hanya banyaknya waktu kita bersamanya.

Anak kita tidak membutuhkan kedekatan kita pada para penguasa dan orang-orang terhormat, melainkan hanya kedekatan kita, dengannya.

INGATLAH SELALU..!
Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita, melainkan oleh bagaimana kita telah menghabiskan nafas kita.

Marilah kita renungkan apakah kita sedang berada dalam proses kemajuan atau malah kemunduran dari peradaban zaman yang sedang kita jalani..?

ayah edy
www.ayahkita.com

Unduh talkshow ayah edy: www.ayahedyguru.tk
Lihat talkshow ayah edy di tv: www.ayahedy.tk

October 26, 2014

PENYAKIT KRONIS PARA ORANG TUA INDONESIA

setuju....wajib meluk dan bilang pintar, sapa tau doa itu dikabulkan,jd anak pintar beneran



Salah satu PENYAKIT KRONIS PARA ORANG TUA INDONESIA
by Mba Eria Arum, Yogyakarta.

Penyakit “Kurang Memuji”
Posted by Eria Arum | On 22 October,2014 |
In CATATAN


“Kurang memuji” itu penyakit lho, menurutku. Aku sadari ini setelah aku bertemu dengan orang-orang yang gampang banget mengucapkan kata, “Wow!”, “Amazing!”, “Bagus!”, “Keren!”, dan padanan kata lainnya untuk sesuatu yang memang pantas dipuji. Lalu, aku bertanya-tanya kenapa aku sulit banget mengucapkan kata-kata itu, padahal ada hal yang memang layak dipuji. Malah, aku cenderung nyinyir dan komentar negatif. Nggak banget deh. Walaupun nggak terucap, tapi hati tetep aja nyinyir.

Karena aku sering mendengarkan talk show parenting Ayah Edy, aku mencoba menengok ke belakang. Aku menemukan sebuah pemahaman yang mungkin itu adalah jawabannya. Dari talk show Ayah Edy, ada salah satu kalimat Ayah Edy yang aku ingat, “Kita adalah produk dari masa lalu.” Kurang lebih seperti itu. Maksudnya adalah, aku adalah produk dari orangtuaku, orangtuaku adalah produk dari kakek – nenek, buyut, dan terus ke silsilah keluarga ke atas. Apa yang ada pada diriku sekarang adalah hasil didikan dari orangtua. Well, mungkin ini nggak hanya masalah dalam lingkungan keluargaku, tapi juga masalah yang sering ditemui di keluarga lainnya. Misalnya apa? Coba deh diingat-ingat, pernah nggak saat kecil atau mungkin pas SD gitu, orangtua sering marah-marah, sering nyela kalau kita melakukan kesalahan, tapi pas kita melakukan hal yang benar malah nggak dipuji, nggak dihargai, nggak diapresiasi. Misalnya lagi, saat kita diajari orangtua untuk melakukan sesuatu, lalu kita belum paham-paham juga, kita dibilang, “Gitu aja nggak bisa!.” Dan ternyata, hal-hal negatif ini terbawa sampai aku besar. Hal seperti ini nggak disadari lho oleh orangtua kita.

Lalu, apa kita melakukan sesuatu untuk dipuji? No, kita melakukan sesuatu yang terbaik yang bisa kita berikan. Bukan untuk dipuji. Kalaupun ada yang memuji, menurutku itu adalah bonus karena kita memang layak dipuji, layak dihargai. Satu hal yang aku rasakan ketika aku dihargai orang lain adalah aku malah terpacu untuk memberikan yang terbaik, memberikan sesuatu yang lebih dari pencapaian sekarang. Apresiasi orang lain untuk pencapaian – pencapaianku, walapun itu hanya pencapaian kecil, membuatku mempunyai energi untuk terus bergerak maju memberikan yang terbaik.

Menjadi orangtua itu nggak mudah karena nggak ada sekolahnya. Akhirnya, para orangtua hanya trial and error dalam mendidik anak. Aku nggak menyalahkan orangtuaku tentang cara mendidik yang “Kurang Memuji” ini. Karena dulu nggak ada ilmu parenting dan belum ada sosok seperti Ayah Edy. Yang penting sekarang adalah aku mencoba untuk mengubah mindset “Kurang Memuji” ini. Aku mulai membiasakan untuk mengucapkan kata, “Keren!”, “Amazing!”, “Bagus!”, bahkan memberikan jempol dan applause untuk pencapaian – pencapaian orang lain yang layak dipuji.

(Tulisan ini bukan untuk menggurui, tapi adalah bagian dari refleksi diri sendiri.)

Kamu bisa download talkshow parenting Ayah Edy di: www.AyahEdy.tk

Follow twitter @ayahedy:

Mari kt berpartisipasi & berkontribusi u mencegah semakin meluasnya kekerasan dikalangan anak dan pelajar Indonesia. https://t.co/7z8xQbSI8X

— ayah edy (@ayahedy) October 15, 2014

http://www.eriaarum.com/penyakit-kurang-memuji/

Anak Anak Sukses

kalo sukses sekolah, aku nyontoh ibuku, ibuku cuma jelas 2 SD tapi anak sudah 2 sarjana, tergntung purpose hidup saja



KALO KITA ORANG SUSAH SIH MANA MUNGKIN BISA MELAHIRKAN ANAK-ANAK SUKSES,
begitu ucap seorang ibu di kolom komen di salah satu status fb ini;

BENARKAH ??


Selain pengalaman dari hidup saya sendiri dulu waktu masih kecil hingga kuliah, ternyata hingga saat inipun masih terus kita temui bukti-bukti pelajaran dari Tuhan bahwa siapapun bisa melahirkan anak-anak sukses terlepas apakah dia anak orang kaya atau miskin dan apakah dia anak yg tinggal di kota besar atau di desa pelosok terpencil.

Karena sukses tidak tergantung pada apakah kita anak orang kaya atau anak orang susah. Sukses atau gagal itu tergantung apakah kita Rajin atau Malas, Bertekat kuat atau cepat putus asa, Banyak berusaha atau banyak alasan.......

Perhatikanlah diri kita baik-baik, apakah kita termasuk orang tua yang banyak berusaha atau banyak beralasan.

Ya terus beralasan bahwa kemiskinan yang dialaminya saat ini atau orang tuaya dulu lah yang menjadi penyebab kegagalan kita saat ini.

SATU LAGI SEBUAH KISAH, REKAN DARI ANAK SEORANG TUKANG BECAK YANG MENDAPAT BEASISWA DI LONDON, INGGRIS berbagi cerita untuk bangsa.

Sahring from ananda Fissilmi Hamida:

Saya anak seorang petani, berasal dari kampung kecil, jauh sekali dari perkotaan. Letaknya di lereng gunung sumbing. Pendidikan disana memang dulu rendah sekali. Perempuan selepas SD akan dinikahkan. Kalau tidak, akan merantau jd pembantu / babysitter. Yg laki-laki, mentok sampai SMP, lalu merantau jd kuli bangunan.

Alhamdulillaah, saya memiliki orang tua yg sangat mendukung
pendidikan, dan rela memperjuangkan apapun agar anak-anaknya bisa sekolah tinggi. Sekarang sudah banyak anak-anak kampung saya yg sekolah sampai SMA

Putri tukang becak yg diceritakan di link ini: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=732852396785864&id=141694892568287

namanya Raeni (yg pakai jilbab merah). Ini foto saya dan dia di Seleksi Tahap Akhir beasiswa yang sudah selesai beberapa waktu lalu. InsyaaAllah tahun depan kami berdua akan melanjutkan di negeri yang sama tapi beda universitas dan kota. Mohon doanya semoga dipermudah segala prosesnya

Benar, keterbatasan biaya bukanlah halangan.

Sekedar sharing, Jaman SD, saya harus berangkat sekolah pukul 05.30 WIB, lalu berjalan selama 1 jam lebih melalui jalan setapak, pematang sawah, dan menyeberangi sungai dengan jembatan yg hanya terdiri dari dua bambu yg dijejer.

Kuliah? Saya ingat betul. Th 2008, bagian keuangan mengatakan : 'KALAU NGGAK PUNYA DUIT NGGAK USAH KULIAH!', saat saya meminta perpanjangan untuk membayar SPP krn belum punya uang.

Akhirnya teman-teman saya meminjami uang. Saya bekerja menerjemahkan teks dan film ber-bahasa Inggris untuk menyambung hidup saya ketika kuliah dgn uang saku hanya 300 ribu / bulan.

Aih, saya jd ingat, pernah hanya ada uang 1.500 rupiah di tangan. Bingung mau makan apa, akhirnya jantung pisang di kebun belakang kontrakan dimasak dengan bumbu ala kadarnya

Dengan bersusah payah, dgn beasiswa prestasi dari DIPA, saya berhasil menyelesaikan kuliah saya. saya lulus kurang dr 4 th dgn predikat cumlaude.

Sejujurnya, motivasi saya untuk cepat lulus adalah ternyata lelah sekali kuliah sambil bekerja. Apalagi harus curi-curi waktu untuk menyelesaikan skripsi

Memang penuh perjuangan, namun dengan ijinNya, pada akhirnya perjuangan akan berbuah manis Bangga mengenalmu, Raeni

‪#‎Tetap‬ berusaha dan berdoa. Semoga menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi semua

Doa kami dan kita semua untuk ananda berdua semoga diberikan kekuatan untuk menyelesaikan studinya dan menjadi teladan bagi bangsa dan kebanggan bagi orang tua dan kampung halaman tercinta.

www.ayahkita.com

Anak Sebagai Binatang Sirkus

gengsi orang tua....udah byk diliat, tinggal kita NGACA, aku liat temen kerja dlu, udh jls anaknya g masuk SMP favorit, hbs itu udh masuk sekolah, eh anakny masuk di SMP favorit yg awalnya g masuk, kami satu lab terheran heran, ajaibb y kalo pny duit dan org dalem, jadi deh gengsi ortu terselamatkan



SEBUAH SHARING DARI SEORANG GURU LES PRIVAT YANG MEMBUAT SAYA TERTEGUN DAN MERENUNG

Betapa hebatnya sang guru Privat ini dan betapa naifnya kita para orang tua yang masih suka menekan anak dengan kekerasan dalam proses belajar mengajar dengan seribu satu macam alasan dan pembenaran.


Berikut isi sharingnya:

Ayah Edi saya pernah mengajar les privat, cara saya mengajar dikomplain krn terlalu lembek dan tidak galak.. orangtua2 anak didik saya pengennya saya galak, padahal saya mau menyelami karakter anak2 tsb dan menjadi kawan terlebih dahulu...

dari hasil tanya saya ke anak2 tsb saya dapatkan mereka tidak suka dengan guru2 yang galak dan cuman bentak2 saja. tapi apa daya akhirnya saya diganti dengan guru di sekolah anak2 mereka yang galak (pilihan yang tidak objektif dan tidak fair krn guru privat yang berasal dari sekolah sendiri cenderung memberi perlakuan istimewa dan sering memberi kunci soal2 dan jawaban yang persis saat ujian.)

saya diganti krn saya tidak bisa galak padahal saya sudah bisa bikin anak2 mereka menyukai pelajaran matematika dan mereka menganggap saya sperti kawannya sendiri, belajar sambil bercerita apa saja.

saya bingung dengan orangtua tipe ini. mereka keliatannya cuman mengejar nilai bagus dengan cara menakut2i anak.

anak2 cuman dianggap seperti binatang sirkus yang bisa dipamerkan ke teman2 krena nilainya bagus dsbnya...

makanya saya mau anak2 saya homeschooling dan saya gali bakatnya sedari dini..

Pak Jo
Guru Privat

October 21, 2014

AYAH PLEASE HELP ANAKKU SUKA MEMUKUL, TERIAK-TERIAK, BERTENGKAR DAN MENGAMUK ?????

AYAH PLEASE HELP ANAKKU SUKA MEMUKUL, TERIAK-TERIAK, BERTENGKAR DAN MENGAMUK ?????

Seorang ibu berkonsultasi pada kami tentang anaknya yg suka memukul, teriak2,bertengkar dengan kakaknya setiap hari, dan segudang prilaku buruk lainnya....


Hanya ada 5 saran dari kami:
1. Hilangkan semua tayangan TV yg merusak di rumah dan ganti dengan aktivitas fisik atau olah raga pada anaknya atau Edu Game (program komputer pendidikan anak)

2. Perbaiki prilaku orang tua dan cara mendidiknya dengan membaca buku-buku kami (37 kebiasaan buruk ortu yg melahirkan prilaku buruk anak dan Ayah Edy menjawab). atau buku2 parenting lainnya.

3. Ajak pasangan untuk mendengarkan bersama rekaman CD Parenting Talkshow Ayah Edy topik demi topik bersama-sama.

4. Praktekan mulai hari ini juga dengan tekun dan sabar setahap demi setahap dan jangan pernah menyerah untuk mencoba dan mecoba lagi, seperti seorang anak balita yg berusaha untuk bisa berjalan.

5. Jika sumber prilaku anak berasal dari sekolahnya yg hanya peduli pada angka2 dan bukannya pada pembentukan prilaku dan akhlak anak maka pindahkanlah anak kita ke sekolah yg peduli moral semisal sekolah alam, jika tidak ada sekolah yg perduli moral dan akhlak anak, lebih baik di Home Schoolingkan saja.

Selang 6 bulan sang Ibu kembali menghubungi kami, dan apa katanya:
1. di 1 bulan pertama setelah perjuangan berat meniadakan TV dirumah anakanya banyak sekali berubah prilakunya menjadi lebih bisa di kendalikan dan tidak lagi agresif.

2. di 3 bulan setelah memperbaiki prilaku diri.... anaknya mulai bisa di ajak kerjasama dan mau mendengarkan.

3. di 4 bulan setelah mendengarkan Rekaman Parenting Talkshow, suami mulai mau peduli dan sadar untuk ikut serta mendidik anak dan menyadari semua kesalahan selama ini. Anak2pun menjadi jauh lebih baik.

4. Sayangnya dulu saya sering ragu untuk mempraktekkannya, tapi setelah mulai mau mencoba sedikit2 sy menyesal mengapa tidak dari dulu saya mengetahui ini semua dan kenapa gak cepat2 sy praktekan.... bahkan sempat berpikir kenapa hal yg bagus ini kok dulu gak di ajarkan di sekolah ya....

Ah.....akhirnya sy bisa menarik nafas lega.....dan bersyukur 1 keluarga Indonesia sudah berhasil dan berubah.

Semoga akan lebih banyak lagi keluarga2 Indonesia yg berubah menjadi lebih baik sehingga masa depan bangsa ini pun akan menjadi lebih baik.

Aminnnnn ya Allah....10.000x

Let's Make Indonesian Strong from Home !!!!!!
Kalau bukan kita, mau berharap pada siapa lagi ?
Kalau bukan sekarang mau kapan lagi...?

ANAK-ANAK YANG DI BESARKAN DENGAN PENUH TEKANAN DAN KETAKUTAN

Banyak sekali saya bertemu dengan orang tua yang hidupnya penuh khawatir dan ketakutan akan masa depan anaknya. Khawatir anaknya tidak bisa hidup secara layak seperti orang tuanya.
Hingga segala cara ditempuhnya, mulai dari menyekolahkan di sekolah UNGGULAN, mengikutkan di berbagai kursus, bimbingan belajar mulai siang hingga malam hari. Lalu setelah itu masih di tambah lagi memaksa anak untuk mengerjakan setumpuk PR malam harinya dan esok pagi-pagi sekali harus sudah bangun berangkat ke sekolah bak para pekerja kantoran di usaia anak-anak.
Saya membayangkan betapa lelahnya fisik dan mental anak-anak kita hidup di zaman sekarang.
Lalu apakah benar hasilnya anak-anak kita akan menjadi lebih baik dan pintar? Atau hanya “pintar” sesaat saja versi sekolah karena mendapat angka 10 di raportnya? Sebuah angka yang sama sekali tidak menjamin apapun terhadap masa depan anak kita kecuali hanya untuk mendapat selembar kertas yang bernama ijazah.
Tekanan demi tekanan yang di lakukan oleh para orang tua dan sekolah dengan niat baik agar anaknya menjadi anak "Pintar" atau anak "sukses" tadi nyatanya malah membuat anak-anak tersebut menjadi anak yang stress, anak-anak yang gampang marah, pembangkang, suka membuli dan sering kali berujung pada penyimpangan prilaku anak dan remaja.
Dan setelah itu kerja orang tua disibukkan untuk mencari dan menemui berbagai macam TERAPIS untuk "menyembuhkan" anaknya (yang dulu awalnya sehat-sehat saja dan tidak pernah bermasalah).
Itulah kerja kami selama ini membantu anak-anak yang pada akhirnya di katakan “bermasalah” oleh orang tua dan sekolahnya. Dan mulailah kini giliran orang tuanya yang stress berat melihat tingkah laku anaknya.
Inilah yang sering kami hadapi, membantu orang tua yang anak2nya stress karena KETAKUTAN ORANG TUANYA AKAN MASA DEPAN ANAKNYA.
Memang benar kita tidak bisa melihat masa depan anak kita....,
tapi kita bisa melihat MASA KINI anak-anak kita. Ini yang sering kali kita lupa, sering tidak kita sadari dan luput dari perhatian kita.
Apakah masa kini mereka bahagia hidup bersama kita atau tidak??
Itu sebenarnya jauh lebih penting ketimbang manakutkan masa depan yang kita semua sama-sama belum bisa kita lihat dan pastikan.
Jika mereka merasa bahagia selalu bersama orang tuanya maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi kita mengkhawatirkan masa depannya.
Mengapa ?
Karena orang yang masa-masa kecilnya hidup bahagia (bukan bahagia karena penuh dengan kemewahan, tapi bahagia karena hidup harmonis dengan orang tuanya dan bersama dengan alam lingkungannya) maka kelak akan menjadi orang yang hidupnya bahagia pula.
Dan menurut hasil suatu penelitian bahwa sukses itu selalu di awali dengan memiliki RASA BAHAGIA DAN RASA SYUKUR dalam hidupnya. Saya pikir agama kita pun demikian mengajarkannya pada kita.
Tahukah anda bahwa belum pernah tercatat dalam sejarah bahwa stress itu akan membuat orang menjadi sukses. Bahkan menurut salah satu jurnal kesehatan stress itu malah membuat seseorang “penyakitan” dan lebih dekat dengan ajal ketimbang lebih dekat dengan sukses.
Yakinlah bahwa anak-anak yang masa kecilnya hidup bahagia maka kelak iapun akan terus merasa bahagia di masa depannya.
Mengapa demikian ???
Karena masa depan sesungguhnya adalah kumpulan atau akumulasi dari masa kini, nasib seseorang kelak merupakan akumulasi pikiran dan perasaan di saat ini.
Anda boleh percaya atau tidak percaya, tapi apa yang saya sampaikan ini adalah berdasarkan kumpulan pengalaman hidup saya dan orang2 yang hidupnya sukses dan bahagia di hampir seluruh dunia, sekali lagi tidak hanya sukses tapi juga BAHAGIA.
Jadi saya sendiri memilih untuk percaya. bahwa anak yang hidup bahagia kelak akan hidup bahagia dimasa dewasa. Dan bahagia itulah yang akan menarik sukses dalam kehidupannya kelak. Juga kehidupan saya hari ini dan kehidupan anda yang juga merasa bahagia hari ini.
Itulah mengapa pertanyaan saya setiap hari pada anak adalah "Apakah kamu bahagia nak? Apakah kamu bahagia berada di dekat ayah ?"
Anda mungkin berpikir ini berlebihan dan hiperbolis, tapi itulah sesungguhnya yang jauh lebih penting bagi saya untuk saya tanyakan pada anak saya ketimbang pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan “Pintar” dan “Hebat” seperti "Dapat berapa nilai matematikamu hari ini?" atau "Apakah PR sudah selesai di kerjakan?" "Dapat rangking berapa di kelasmu?" dan sejenisnya
Ya pertanyaan-pertanyaan yg sering membuat anak langsung berubah menjadi diam dan stress untuk menjawabnya..
Sahabatku, siapapun boleh tidak setuju dengan posting ini karena hidup ini adalah pilihan dan setiap kepala punya pilihan pendapat yang berbeda-beda berikut konsekuensinya masing-masing, tapi sesungghnya itulah pengalaman hidup saya dan pengalaman hidup dari orang-orang sukses yang hidupnya bahagia.
Karena bagi saya kita ini baru boleh merasa sukses jika kita sudah merasa bahagia dalam menjalani hidup ini
Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-

*aamiin

October 17, 2014

SERING KALI SAYA MENEMUKAN FAKTA BAHWA KEKERASAN ANAK ITU DIMULAI DARI RUMAH DAN ORANG TUANYA

SEBUAH RENUNGAN DI AKHIR PEKAN

Jeany (bukan nama sesungguhnya) adalah seorang ibu, ia adalah kenalan baik ku dan satu ketika ia minta agar saya menolongnya menangani kasus anak gadis kecilnya yang berusia 10 tahun.

”Tolonglah, anakku ini sudah kubawa ke psikolog, tapi belum juga ada tanda2 mau berubah, dia anak yang pandai, IQ-nya 140. Tapi tingkah lakunya benar-benar memprihatinkan." katanya mengeluh.

"Tempo hari, anakku itu berada di kamar terus berhari-hari, kerjanya hanya baca komik saja... Setelah aku marahi, eh! Dia sudah tidak baca komik lagi, tapi ganti nonton TV melulu berjam-jam kayak tidak ada kerjaan lain.. Nanti kalau sudah dimarahi, baru dia belajar di meja makan." kata Jeany melanjutkan keluh kesahnya.

"Aku nggak tahu apa saja yang dikerjakannya di meja makan tersebut, kerjanya hanya mencorat-coret meja, benar-benar bikin kepalaku pusing tujuh keliling.. " ia kembali mengeluh.

"Belakangan setelah aku marahi lagi, sekarang dia jadi suka berteriak-teriak histeris, suka berbohong dan suka memukul adiknya. Aku lihat, anak ini memang aneh dan selalu bikin aku stress....!!!” ia kembali mengeluh selalu menyalahkan anakya sebagai sumber masalah.

”Nah sekarang coba jawab pertanyaanku !” Potong saya. Tampaknya, jika saya tidak memotong pembicaraanya, Teman saya ini tidak akan segera berhenti berbicara.



“Sebenarnya, apa yang harus dilakukan anak oleh anakmu supaya bisa membuat kamu senang?” Tanya saya lagi untuk lebih menegaskan.

Pertanyaan saya membuat suasana menjadi sunyi, ia sepertinya sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan saya. Jika tadi tampaknya ia mau bersahabat mencurahkan isi hatinya pada saya, kini tampak raut wajahnya cemberut karena saya bertanya demikian.

“Kamu sendiri saja tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu inginkan" sela saya di tengah keheningan.

"itulah yang membuat anakmu juga menjadi bingung. Kebingunganmu sudah sedemikian parahnya, sehingga anakmu menjadi frustrasi, itulah mengapa ia mulai melakukan hal yang tidak baik."

"Tidakkah kamu mampu melihat anakmu menuruti setiap perkataanmu, tapi akhirnya selalu kaumarahi juga? Semua yang ia lakukan, selalu salah di matamu!” saya coba menjelaskan dan menyadarkannya.

“Aku benci kehamilanku yang pertama...” Sahut kenalanku itu sambil tertunduk dan terisak. Oh...! Aku benci karena suamiku tidak ada di sampingku pada saat ia dilahirkan, aku benci suamiku tidak pernah membantuku saat ia sering menangis di tengah malam, sakit2an, saat masih bayi aku sering begadang sendirian kebingungan, aku benci...suamiku yg tak pernah peduli pada keluarganya...oh.. aku stress ia sering pulang larut dan gila kerja..!!!"

Ternyata, ada masa lalu dan masalah lain yang harus didamaikan, sesungguhnya anaknya sama sekali tidak bermasalah kata hati kecil saya.

Kisah ibu ini hanya salah satu dari sebegitu banyak kisah menyedihkan dimana anak-anak yang tidak mengerti apa-apa telah menjadi korban masalah pribadi orangtuanya.

Banyak anak-anak pandai tidak dapat mencapai hasil yang maksimal justru karena ketidakmampuan diri orangtuanya berdamai dengan masalah pribadinya, anak-anak itu dipaksa untuk merasakan kesedihan dan kemarahan orangtuanya dan menjalani rutinitas hidup yang ’sakit’ di dalam raga yang seharusnya sehat.

Menurut saya kedua orang tuanyalah yg sesungguhnya bermasalah dan lebih membutuhkan terapi.

Para orang tua yg berbahagia...
Jika ada masalah dengan anak kita mari kita sadari segera apa sesungguhnya yg sedang terjadi, Anak kita yang bermasalah atau malah justru kitalah yang sedang bermasalah..?

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan yang baik di akhir pekan.

Sharelah posting ini ke sebanyak2nya orang tua dan guru sekolah jika dirasakan membawa manfaat dan berguna.

www.ayahkita.com untuk Web resmi
www.ayahedyguru.tk untuk Unduh gratis file parenting Talkshow
www.ayahedy.tk untuk lihat talkshow via youtube

ADA BERAPA JENIS ORANG TUA DI INDONESIA ?

ADA BERAPA JENIS ORANG TUA DI INDONESIA ?

Berkenaan maraknya kasus bullying yang sedang di bicarakan, ada satu media yang berusaha menghubungi saya dan bertanya.


Tanya:
Menurut ayah mengapa kasus ini bisa terjadi ?

Jawab:
Guru-guru kita hanya sebagian kecil saja yang menjiwai profesinya dan di tambah lagi guru-guru kita amat sangat kurang mendapat pelatihan penanganan masalah prilaku anak di sekolah/kelas, termasuk Bullyiing ini. Jadi sering kali juga tidak paham harus bagaimana.

Tanya:
Menurut ayah edy seperti apa potret guru-guru di Indonesia ?
Jawaban singkat saya:

Hanya ada dua jenis guru;

1. Guru yang memang mencintai dunia guru, ingin dan bercita-cita jadi guru dan sekarang jadi guru.

2. Guru yang terpaksa jadi guru karena berbagai alasan terutama pekerjaan.

Tanya
Bagaimana sebaiknya ?

Jawab:
Sebaiknya para orang tua mendukung anaknya yang mencintai dunia guru dan anaknya yang bercita-cita ingin jadi guru karena biasanya ia akan menjadi guru-guru favorit di sekolah, guru yang mencintai dan di cintai oleh anak muridnya.

Bagi guru yang terpaksa jadi guru, sebaiknya mencari profesi lain yang menjadi impiannya, agar ia tidak merasa terpaksa menjadi guru, dan mengorbankan anak muridnya karena keterpaksaannya menjalankan profesinya sebagai guru yang sering di lampiaskan dalam bentuk ketidak pedulian atau marah dan hukuman..

Lalu pertanyaaanya menjadi sulit untuk di jawab ketika saya ditanya,
"Ayah ada berapa jenis orang tua di Indonesia ?"

Silahkan kita jawab sendiri dalam hati kita masing-masing saja deh.

Latar belakang foto:
Para Guru-guru di sekolah kami Star International Kranggan Cibubur dan Bogor, yang kami rekrut bukan berdasarkan prestasi di sekolah, melainkan berdasarkan kecintaannya pada anak dan dunia guru.

Derita Anak -- Komunitas Ayah EDY

kasian anaknya, ibunya kecewa pada suaminya tapi marahnya pada anaknya, anaknya dibenci ibunya sendiri......sekarang pertanyaannya kenapa mau beranak y????? status y??


SERING KALI SAYA MENEMUKAN FAKTA BAHWA KEKERASAN ANAK ITU DIMULAI DARI RUMAH DAN ORANG TUANYA
SEBUAH RENUNGAN DI AKHIR PEKAN
Jeany (bukan nama sesungguhnya) adalah seorang ibu, ia adalah kenalan baik ku dan satu ketika ia minta agar saya menolongnya menangani kasus anak gadis kecilnya yang berusia 10 tahun.
”Tolonglah, anakku ini sudah kubawa ke psikolog, tapi belum juga ada tanda2 mau berubah, dia anak yang pandai, IQ-nya 140. Tapi tingkah lakunya benar-benar memprihatinkan." katanya mengeluh.
"Tempo hari, anakku itu berada di kamar terus berhari-hari, kerjanya hanya baca komik saja... Setelah aku marahi, eh! Dia sudah tidak baca komik lagi, tapi ganti nonton TV melulu berjam-jam kayak tidak ada kerjaan lain.. Nanti kalau sudah dimarahi, baru dia belajar di meja makan." kata Jeany melanjutkan keluh kesahnya.
"Aku nggak tahu apa saja yang dikerjakannya di meja makan tersebut, kerjanya hanya mencorat-coret meja, benar-benar bikin kepalaku pusing tujuh keliling.. " ia kembali mengeluh.
"Belakangan setelah aku marahi lagi, sekarang dia jadi suka berteriak-teriak histeris, suka berbohong dan suka memukul adiknya. Aku lihat, anak ini memang aneh dan selalu bikin aku stress....!!!” ia kembali mengeluh selalu menyalahkan anakya sebagai sumber masalah.
”Nah sekarang coba jawab pertanyaanku !” Potong saya. Tampaknya, jika saya tidak memotong pembicaraanya, Teman saya ini tidak akan segera berhenti berbicara.
“Sebenarnya, apa yang harus dilakukan anak oleh anakmu supaya bisa membuat kamu senang?” Tanya saya lagi untuk lebih menegaskan.
Pertanyaan saya membuat suasana menjadi sunyi, ia sepertinya sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan saya. Jika tadi tampaknya ia mau bersahabat mencurahkan isi hatinya pada saya, kini tampak raut wajahnya cemberut karena saya bertanya demikian.
“Kamu sendiri saja tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu inginkan" sela saya di tengah keheningan.
"itulah yang membuat anakmu juga menjadi bingung. Kebingunganmu sudah sedemikian parahnya, sehingga anakmu menjadi frustrasi, itulah mengapa ia mulai melakukan hal yang tidak baik."
"Tidakkah kamu mampu melihat anakmu menuruti setiap perkataanmu, tapi akhirnya selalu kaumarahi juga? Semua yang ia lakukan, selalu salah di matamu!” saya coba menjelaskan dan menyadarkannya.
“Aku benci kehamilanku yang pertama...” Sahut kenalanku itu sambil tertunduk dan terisak. Oh...! Aku benci karena suamiku tidak ada di sampingku pada saat ia dilahirkan, aku benci suamiku tidak pernah membantuku saat ia sering menangis di tengah malam, sakit2an, saat masih bayi aku sering begadang sendirian kebingungan, aku benci...suamiku yg tak pernah peduli pada keluarganya...oh.. aku stress ia sering pulang larut dan gila kerja..!!!"
Ternyata, ada masa lalu dan masalah lain yang harus didamaikan, sesungguhnya anaknya sama sekali tidak bermasalah kata hati kecil saya.
Kisah ibu ini hanya salah satu dari sebegitu banyak kisah menyedihkan dimana anak-anak yang tidak mengerti apa-apa telah menjadi korban masalah pribadi orangtuanya.
Banyak anak-anak pandai tidak dapat mencapai hasil yang maksimal justru karena ketidakmampuan diri orangtuanya berdamai dengan masalah pribadinya, anak-anak itu dipaksa untuk merasakan kesedihan dan kemarahan orangtuanya dan menjalani rutinitas hidup yang ’sakit’ di dalam raga yang seharusnya sehat.
Menurut saya kedua orang tuanyalah yg sesungguhnya bermasalah dan lebih membutuhkan terapi.
Para orang tua yg berbahagia...
Jika ada masalah dengan anak kita mari kita sadari segera apa sesungguhnya yg sedang terjadi, Anak kita yang bermasalah atau malah justru kitalah yang sedang bermasalah..?
Semoga ini bisa menjadi bahan renungan yang baik di akhir pekan.
Sharelah posting ini ke sebanyak2nya orang tua dan guru sekolah jika dirasakan membawa manfaat dan berguna.
www.ayahkita.com untuk Web resmi
www.ayahedyguru.tk untuk Unduh gratis file parenting Talkshow
www.ayahedy.tk untuk lihat talkshow via youtube

Ini salah satu komen dari status diatas dan menurutku bener banget -- Dapur Tupperware Itulah knp sebaiknya dimasa kehamilan prtama aplg kehamilan trjadi tidak lama stlh menikah, wanita lebih baik tinggal brsama keluargany atau rmh sndiri brdua suaminya. Jika lngsung di mertua...itu pasti brpengaruh thdp kestabilan emosi ibu hamil. Blm kelar pnyesuaian dgn suami, dia hrs lngsung mnyesuaikn diri dgn keluarga suami. Itu juga mnurut sy salah 1 hal yg brpengaruh.